07 April 2010

Selevel (Kebenaran Surat An Nur Ayat 26)

'Aisyah istri Rasulullah yang terkena fitnah perselingkuhan tak berhenti menangis dalam menunggu pertolongan dari Allah. sebuah kejadian yang ceritanya diabadikan di dalam Al Qur'an sebagai bentuk pertolongan dari Allah 'Azza wa jalla atas dirinya. kala itu dalam suatu perjalanan kembali dari ekspedisi penaklukan Bani Musthaliq, ‘Aisyah terpisah tanpa sengaja dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang dan kemudian diantarkan pulang oleh Shafwan yang juga tertinggal dari rombongan karena ada suatu keperluan. Kemudian ‘Aisyah naik ke untanya dan dikawal oleh Shafwan menyusul rombongan Rasullullah SAW dan para shahabat, akan tetapi rombongan tidak tersusul dan akhirnya mereka sampai di Madinah.

Peristiwa ini akhirnya menjadi fitnah dikalangan umat muslim kala itu karena terhasut oleh isu dari golongan Yahudi dan munafik; jika telah terjadi apa-apa antara ‘Aisyah dan Shafwan. Masalah menjadi sangat pelik karena sempat terjadi perpecahan diantara kaum muslimin yang pro dan kontra atas isu tersebut. Sikap Rasulullah juga berubah terhadap ‘Aisyah, beliau menyuruh ‘Aisyah untuk segera bertaubat. Sementara ‘Aisyah tidak mau bertaubat karena tidak pernah melakukan dosa yang dituduhkan kepadanya, ia hanya menangis dan berdoa kepada Allah agar menunjukkan yang sebenarnya terjadi.

Kemudian Allah menurunkan surat An Nur Ayat 26 sebagai bentuk pertolongan dari Allah dan sebagai jawaban atas do'a 'Aisyah.

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”  

dalam ayat ini Allah hendak menunjukkan sebuah kebenaran bahwa Rasulullah adalah manusia terbaik di muka bumi yang telah dijamin segala dosanya akan diampuni dan telah mendapat jaminan pasti masuk surga tentunya mendapat pasangan yang setara dengan beliau yaitu wanita terhormat dan mulia, maka Allah hendak meyakinkan Rasulullah bahwa karena beliau adalah manusia terbaik tentunya Allah memberikan istri yang terbaik pula bagi beliau.

dan inilah makna yang terkandung di dalam ayat ini, bahwa seseorang itu akan mendapatkan pasangan (jodoh) setara dengan levelnya, baik level agamanya, akhlaknya, pengetahuannya, bahkan keburukannya.

jadi ingat setahun yang lalu ketika menghadiri walimahan pernikahan temenku, pas lagi makan, temen yang duduk di sampingku tiba-tiba nyeletuk " eh si A beruntung ya dapat si B, solihah, baik, penurut, ga macem-macem, sederhana eh cantik pula. coba dulu waktu dia masih ugal-ugalan belum alim, kan pacarnya si C, jauh banget deh levelnya sama si B. benerya kalo jodoh kta tuh bakal selevel dengan kita"

terus aku tanya "gimana kamu sendiri sama suamimu? apa kamu merasa selevel sama suamimu?, temenku ini menjawab dengan cepat " ho oh, iya selevel wul, soalnya dosa-dosa dan maksiat yang aku lakukan, sering kali aku melihat suamiku juga mengerjakan hal yang sama, tanpa kami berdua sadari "

waw saat itu jelas aku tercenung, aku jadi ingat beberapa temanku pernah gagal menikah disebabkan "tidak selevel" sama calon suaminya. entah akhlaknya, entah agamanya, entah kecerdasannya, entah kekayaannya,  entah visi misi kehidupan, pokoknya alasannya ya ga sreg atau ga selevel sama dia. mungkin kalau berkaca dengan kejadian yang pernah aku alami, kegagalanku yang dulu juga karena aku dan si dia tidak selevel hehe.syukurlah setidaknya aku tau bahwa aku harus memperbaiki "level" untuk mendapatkan level yang aku inginkan :p

jadi ingat juga sepasang kekasih yang udah resign dari kantorku karena dibenci hampir semua karyawan kantor, dulu sepasang kekasih ini dikenal suka menghasut di kantor dan suka pamer hal-hal yang tidak penting untuk dipamerkan, dapat harta dikit aja wah pamernya udah kayak dapat sesuatu yang sangat besar. yang sangat mengherankanku waktu itu adalah mereka sepasang kekasih, sungguh luar biasa mereka saling bahu membahu dalam keburukan hehe :D akhirnya karena tidak tahan dikucilkan teman-teman kantor, mereka berdua pun resign tanpa ada salam perpisahan. sungguh akhir yang menyedihkan. MasyaAllah

yang sangat aku ingat dari peristiwa itu adalah asisten manajerku yang sering curhat padaku karena kesal pada mereka berdua dan pernah menjadi korban hasutan mereka. aku ingat dulu asisten manajerku ini sempat bilang " saya semakin yakin dengan kebenaran surat An Nur Ayat 26, karena saya lihat sepasang kekasih ini sangat selevel dan semoga mereka berjodoh "

do'a asisten manajerku ini terkabul rupanya, tidak berapa lama setelah mereka berdua resign, mereka melangsungkan pernikahannya. subhanallaah sungguh maha benar Allah dengan segala firmanNya.

kembali pada makna surat An Nur ayat 26, bahwa Allah menganjurkan kita untuk mencari pasangan yang selevel, dalam artian bila kita soleh / solehah jangan cari pasangan yang ahli maksiat, dan jangan bermimpi mendapat pasangan yang soleh / solehah kalo kita sendiri tidak pernah memperbaiki level kita. jadi apabila ingin mendapat yang selevel perbaiki kualitas level kita sebagaimana level pasangan yang kita inginkan.

lalu bagaimana dengan istri Nabi Luth dan Nabi Nuh yang istrinya durhaka kepada Allah atau Asiyah Binti Mazahim istri Fir'aun yang sombong? nah kalo soal ini, ada ayat yang menjelaskan bahwa bisa jadi pasangan (jodoh) kita adalah ujian bagi kita dan Allah menghendaki ini terjadi pada orang-orang yang dia kehendaki. sebagaimana Firman Allah dalam Surat At Tahrim Ayat 10 - 11

"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)".
 
 "Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim".

nah, bagi yang belum mendapatkan pasangan hidup atau belum menemukan jodohnya, lebih baik saat ini berfikir dan berusaha menjadi level yang baik, level yang mulia di hadapan Allah 'Azza wa Jalla daripada sibuk menilai dan menimbang-nimbang seseorang yang kita inginkan. karena kalo diri kita levelnya udah tinggi dan baik di hadapan Allah, maka Allah akan memberi jodoh atau pasangan hidup yang ga bakal jauh dari level kita kecuali Allah berkehendak lain.

dalam lirih do'aku berbisik " Ya Rabb..bimbinglah aku untuk selevel dengan dia...,dia yang ada di hatiku saat ini"

Allahumma Amiin Ya Rabbal 'Alamiin...^^

8 komentar:

Anonim,  Juni 05, 2010  

bukankah kluarga harta adalah ujian bagimu...seandainya kita dapet level yg dibawah kita..gukannya itu bisa jadi ladang amalan kita untuk bersabar dan ikhlas...ato piye...hedeh..puseng aku...

wulandari eka prasetyati Juni 07, 2010  

iyah seperti yang dialami nabi nuh dan nabi luth bagi lelaki dan seperti yang di alami asyiyah (istri fir'aun) bagi wanita, mereka mendapat pasangan yang membangkang kepada Allah.

Allah berkehendak sesuai dengan yang Ia kehendaki tapi semua insyaALLAH mendatangkan kebaikan pada kita^^

Anonim,  Juni 07, 2010  

nha ygini aku sepakat..cuz jikalau alloh mnyediakan yg baek untuk yg baek.jelek buat yg jelek..maka harmonisasi bakal timpang,..dimana putih melengkapi hitam maka akan ada abu2..kuning melengkapi merah maka akan ada orange..yg jelas..inti dari semua itu tadi..kita harus menjadi lebih baek dari hari kehari..ya toh..:D
thx wulan ^_^

wulandari eka prasetyati Juni 08, 2010  

iyah bila telah menikah dan ternyata pasangan tidak sesuai harapan,bersabarlah dan bertakwalah kepada Allah. akan tetapi bila belum menikah, berusahalah sungguh2 untuk mendapatkan pasangan yang soleh/solehah dan bertakwalah kepada Allah ^^

syukron jiddan udah berkinjung ke blog ini :)

Anonim,  Juni 09, 2010  

masih anonim berkata : iya pasti..ngomong2 jidah apaan yach..:D

wulandari eka prasetyati Juni 09, 2010  

syukron jiddan, terima kasih banyak ^^

barokallahufik..

Anonim,  Juni 09, 2010  

masih anonim berkata : oh gitu..ya deh

syukron jiddan :)

Anonim,  Juni 13, 2010  

syukron jiddan..., ^_^
izin share ya....untuk tmn" saya yg lain...!!!

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP