23 Juni 2013

Pelajaran (Al Hikmah)


"jangan berputus asa dan berprasangka buruk kepada Allah, karena kita tidak tau hal baik apa yang akan terjadi di masa depan dikarenakan ujian yang Allah berikan pada hari ini"

teman, pernahkan kalian mengalami sesuatu yang menurut kalian buruk tapi setelah waktu berjalan barulah kita sadar dan bersyukur bahwa sesuatu yang kita anggap buruk yang menimpa kita dimasa yang kemaren justru menjadi kebaikan dengan hikmah tak terhingga di masa sekarang. nah, teman aku mengalami masa-masa seperti itu. justru yang aku alami saat ini terbengong-bengong (^^) dengan hikmah yang luar biasa yang sungguh hanya Allah yang mengetahui dan saat ini Allah menghendaki aku untuk mengetahui hikmah yang banyak itu.

teman, dalam hidup ini kita jangan serta merta melihat dan menilai secara membabi buta tanpa kesabaran apabila kita diberi ujian hidup oleh Allah. percayalah, cepat atau lambat kita akan tau apa yang sebenarnya Allah kehendaki terhadap kita dengan ujian tersebut.

perjalanan hidup yang menurutku cukup panjang ini, telah mempertemukanku dengan begitu banyak hamba Allah lainnya dan kejadian-kejadian hidup, yang dengan pertemuan-pertemuan dan kejadian-kejadian itulah aku mendapat hikmah yang sangat banyak. sungguh teman, hanya Allah yang maha mengetahui yang terbaik untuk hidup kita. percayalah teman, percayalah kepada Allah.

teman, sesungguhnya Allah akan menguji iman setiap hamba-hambaNya, bagaimana keadaan iman hamba tersebut apabila diberi ujian berupa kesempitan hati dan kesempitan hidup. kebanyakan ujian hidup kita berasal dari pergaulan kita terhadap sesama manusia. oleh karena itulah kenapa kita harus bersabar dan fokus untuk memastikan bahwa diri kita tetap dalam keadaan yang beriman, yakin dan bertakwa kepada Allah apabila Allah sedang menguji kita. namun teman, percayalah dengan berjalannya waktu akan datang masanya Allah akan membuka pintu tabir hikmah kenapa Allah memberikan ujian itu kepada kita. dan pada saat itu tiada hal yang bisa kita lakukan selain bersyukur, menangis karena telah menyesal dengan prasangka buruk kepada Allah.

yuk, sama-sama kita baca do'a yang pernah diucapkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihiwasallam

"wahai Tuhanku,berilah aku hikmah dan kumpulkanlah aku dengan orang-orang yang soleh. jadikanlah aku kenangan yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian. dan jadikanlah aku salah seorang yang mendapat surga yang penuh kenikmatan" Asy Syuraa 83 -85

Allahumma aamiinn Ya Robbal'alamiin,,,

Read more...

11 Maret 2013

Pilihan Khadijah binti Khuwailid ra



teman, jangan bosan ya dengan cerita Khodijah binti Khuwailid Radiyallahu'anhu. karena semakin kita mengetahui banyak hal tentang wanita mulia ini, maka semakin haus dan semakin haus ingin lebih mengetahui tentangnya. aku berharap bisa mengambil pelajaran dan mempersiapkan diri menjadi istri solihah dengan mempelajari akhlak Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu.

oleh Muslimah Sholehah pada 22 November 2010 jam 16:01
Admin Andhika Al-Banjari Mtp

Wanita mana yang tidak terpikat oleh pemuda seperti ini? Ia tampan, kaya, cerdas, keturunan orang terhormat, dan paling mulia akhlaknya di Jazirah Arab. Menjelang tengah hari, sebuah kafilah dagang dari negeri Syam tiba di Makkah. Tak lama kemudian kafilah dagang itu memasuki pelataran sebuah rumah besar dan bagus.

Dari dalam terlihat seorang wanita berusia bergegas ke luar dan menyambut kafilah dagang yang sangat dinantikannya. Dari mimik mukanya tampak gurat-urat kegembiraan. Tak lama kemudian, terjadi percakapan antara wanita yang bernama Siti Khadijah itu dengan Nabi Muhammad bin Abdullah, pemuda yang memimpin kafilah dagang. Didengarkannya pemuda Nabi Muhammad berbicara dengan bahasa yang begitu fasih tentang perjalanan dagangnya ke negeri Syam, serta keuntungan yang diperoleh dari perdagangan tersebut. Demikian juga, Khadijah mendengar penjelasan Muhammad tentang barang-barang dari Syam yang berhasil ia bawa beserta kafilahnya. Khadijah sangat gembira dan terlihat antusias sekali mendengarkan cerita tersebut.

Sesaat kemudian datanglah Maisarah; orang kepercayaan Khadijah yang menyertai Nabi Muhammad berdagang ke Syam. Ia pun menceritakan pengalaman-pengalaman yang ditemuinya selama perjalanan. Semua yang diceritakan Maisarah makin menambah pengetahuan Khadijah tentang Nabi Muhammad.  Sebelumnya, Khadijah pun tahu bahwa Nabi Muhammad adalah sosok pemuda yang sangat mulia akhlaknya. Dalam waktu yang singkat, rasa simpati itu berubah menjadi rasa cinta. Khadijah tertarik untuk menjadikan Nabi Muhammad bin Abdullah sebagai pendamping hidup.

Apa yang menyebabkan Siti Khadijah simpati lalu jatuh hati pada sosok pemuda Nabi Muhammad? Bukankah Khadijah adalah seorang konglomerat wanita terkaya di Makkah saat itu, sedangkan nabi Muhammad hanya seorang 'pemuda biasa'? Mengapa pula Khadijah 'berani' menjadikan Nabi Muhammad sebagai suami, bahkan ia yang berinisiatif melamarnya, padahal sebelumnya banyak pembesar Quraisy yang mengajukan lamaran, dan semuanya ditolak?

Ada beberapa faktor penyebab. Pertama, faktor kesepadanan atau kesekufuan. Adalah sesuatu yang wajar bila seseorang jatuh cinta pada orang yang memiliki banyak kesamaan dengan dirinya daripada perbedaan. Orang pun akan cenderung memilih pendamping hidup yang sekufu (sederajat), baik dari sisi harta, ideologi, gaya hidup, keilmuan, dan kepribadian.

Khadijah mencintai Rasulullah SAW, boleh jadi, disebabkan karena Nabi Muhammad Rasulullah SAW memiliki banyak 'kesamaan' dengan dirinya. Khadijah adalah wanita mulia,Nabi  Muhammad SAW pun seorang lelaki mulia, sehingga Khadijah pun cenderung memilih pendamping yang akhlaknya mulia. Khadijah adalah seorang konglomerat, sedangkan Rasul seorang entrepreneur dan marketer yang hebat. Rasul berasal dari keturunan orang-orang terpandang, begitupun Khadijah. Kedua karakter yang memiliki banyak kesamaan ini jelas lebih mudah bersatu. Di luar ketentuan Allah SWT, Khadijah tertarik pada Rasulullah SAW karena beliau adalah seorang profesional. Sampai usia 25 tahun, Rasul telah melewati tahap-tahap kehidupan sebagai seorang profesional di bidangnya (pedagang).

Mengkaji pribadi Rasulullah SAW, kita akan mendapatkan jiwa entrepreneurship yang sudah dipupuk sejak usia 12 tahun, tatkala pamannya Abu Thalib mengajak melakukan perjalanan bisnis ke Syam, negeri meliputi: Suriah, Yordania, dan Lebanon saat ini. Demikian juga sebagai seorang yatim piatu yang tumbuh besar bersama pamannya, Beliau telah ditempa untuk tumbuh sebagai seorang wirausahawan yang mendiri. Maka ketika pamannya tidak bisa lagi terjun langsung menangani usaha, pada usia 17 tahun Nabi Muhammad telah diserahi wewenang penuh untuk mengurusi seluruh bisnis pamannya. Kedua, dilihat dari segi fisik Rasulullah SAW sangat sulit dikatakan jelek. Muhammad Husein Haikal dalam bukunya Sejarah Hidup Nabi Muhammad dengan baik menggambarkan bagaimana indahnya wajah Rasulullah SAW.

''Paras mukanya manis dan indah, perawakannya sedang, tidak terlampau tinggi juga tidak pendek, dengan bentuk kepala yang besar, berambut hitam antara keriting dan lurus. Dahinya lebar dan rata di atas sepasang alis yang lengkung lebat dan bertaut, sepasang matanya lebar dan hitam, di tepi-tepi putih matanya agak kemerah-merahan, tampak lebih menarik dan kuat; pandangan matanya tajam dengan bulu mata yang hitam pekat. Hidungnya halus dan merata dengan barisan gigi yang bercelah-celah. Cambangnya lebat sekali, berleher agak panjang dan indah. Dadanya lebar dengan kedua bahu yang bidang. Warna kulitnya terang dan jernih dengan kedua telapak tangan dan kakinya yang tebal. Bila berjalan badannya agak condong ke depan, melangkah cepat, dan pasti. Air mukanya membayangkan renungan dan penuh pikiran, pandangan matanya menunjukkan kewibawaan, hingga membuat orang patuh kepadanya.''

Ketampanan Rasulullah SAW terasa makin lengkap dengan gerak-geriknya yang menawan. Dikisahkan pula oleh Ummu Ma'bad bagaimana sikap beliau, tatkala ia melihat Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah: ''Aku melihat seorang lelaki dengan wajah berseri-seri dan bercahaya... Jika ia diam maka tampaklah kharismanya. Jika sedang berbicara, ia tampak begitu agung dan santun. Ia tampak paling muda dan paling rupawan bila dipandang dari kejauhan, juga paling tampan dan memesona di antara rombongannya.

Ucapannya menyejukkan, perkataannya jelas; tidak sedikit dan tidak pula bertele-tele, sebagai buah dari kecerdasan. Beliau adalah orang yang paling menarik dan kharismatik di antara ketiga sahabatnya (Abu Bakar dan seorang penunjuk jalan).''

Keindahan perilaku Rasulullah SAW bersumber dari kemuliaan akhlak dan kejernihan jiwa. Inilah faktor ketiga yang membuat Khadijah jatuh cinta. Muhammad adalah sosok pemuda berakhlak mulia, bahkan puncak dari akhlak yang mulia. Dengan karunia Allah SWT, dalam diri beliau terkumpul semua akhlak terpuji yang dikenal manusia: kejujuran, kedermawan, ataupun kelembutan. Tak ada satu sisi pun dalam diri beliau tanpa budi pekerti yang luhur. Akhlak Rasulullah SAW adalah sebuah keistimewaan, hingga beliau 'meringkas' misi dakwahnya dalam sebuah hadis, ''Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia'' (HR Bukhari dan Hakim).

William Moir, seorang pujangga asal Prancis, mengungkapkan bagaimana indahnya akhlak Rasulullah SAW. Ia berkata, ''Sederhana dan mudah adalah gambaran seluruh hidupnya. Perasa dan adabnya adalah sifat yang paling menonjol dalam pergaulan beliau dengan pengikutnya yang paling rendah sekalipun. Tawadhu, sabar, penyayang, dan mementingkan orang lain lagi dermawan adalah sifat yang selalu menyertai pribadinya dan menarik simpati orang di sekitarnya. Tidak seorang pun di sampingnya yang merasa bahwa ia tidak memperhatikannya secara khusus, meski orang itu adalah seorang gembel. Jika bertemu dengan orang yang berbahagia karena suatu keberhasilan, maka ia menggengam tangannya dan ikut merasakan kegembiraan. Jika bersama dengan orang yang tertimpa musibah dan dirundung kesedihan, beliau pun ikut larut merasakan kesedihan mereka. Beliau sangat perasa dan pandai menghibur.''Karenanya, wanita mana yang tidak terpincut oleh pemuda seperti ini?

Subhanallaah,,,^;^

Read more...

08 Maret 2013

Kekuatan Maaf Rasulullaah Sallallahu 'alaihiwassalam



Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang.

Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”

Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.

Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.

Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.

Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!” Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”.

Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!”

Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin.”
Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”

Sahabat………..

Apakah kita pengikut ajaran beliau?
Tetapi sejauh mana kita bisa memaafkan kesalahan orang? Seberapa besar kita mencintai sesama? kalau tidak, kita perlu menanyakan kembali ikrar kita yang pernah kita ucapkan sebagai tanda kita pengikut beliau…

Sungguh, beliau adalah contoh yang sempurna sebagai seorang manusia biasa. beliau adalah Nabi terbesar, beliau juga adalah Suami yang sempurna, Bapak yang sempurna, pimpinan yang sempurna, teman dan sahabat yang sempurna, tetangga yang sempurna. maka tidak salah kalau Allah mengatakan bahwa Beliau adalah teladan yang sempurna.

Semoga Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada beliau, junjungan dan teladan kita yang oleh Allah telah diciptakan sebagai contoh manusia yang sempurna.
Salam ’alaika ya Rasulullah………

what a touching story ^^

di copy dari http://clubcurhatmuslimdanmuslimah.wordpress.com

Read more...

15 Februari 2013

Saujana



sejauh batas pandangan mata ku menatap langitMu,,
mendekap hati dalam kesyahduhan,,
duhai Sang pemilik jiwa,,
aku rindu padaMu,,

duhai Sang penyayang diantara penyayang,,
tak ada yang aku pinta yang tak Engkau beri,,
tak ada yang aku harap yang tak Engkau penuhi,,
namun Engkau dapati aku di sini penuh kebodohan,,
penuh kefuturan,,

sejauh batas pandangan mata ku menatap langitMu,,
berharap Engkau mengasihaniku,,
duhai Sang penguasa alam,,
maafkanlah kesalahan-kesalahanku,,
berkahilah perjalanan usiaku,,

telah kau hapus dengan hembusan RahmatMu
jejak-jejak langkah yang tersia-sia,,
yang tak berguna,,
namun Engkau dapati aku di sini penuh kebodohan,,
penuh kefuturan,,

duhai Allah,,,jangan Engkau biarkan tangan yang menengadah ini
kembali tanpa hidayahMu,,
duhai Allah,,,sempurnakanlah imanku dengan cahayaMu,,

sejauh batas pandangan mata ku menatap langitMu,,
ku berharap,,
kelak akan menatap wajahMu

Read more...

11 Januari 2013

Kharimastik yang berbeda



dialah sang pujaan hati Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wassalam yang selalu diingat di dalam hati dan sering di sebut-sebut namanya karena beliau begitu mencintai dan merindukannya. ya dialah wanita mulia yang beruntung itu Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu.

wanita mulia nan terhormat yang memiliki kharismatik yang begitu berbeda. teman, sungguh aku tidak pernah dan tidak akan pernah bosan membicarakan tentang wanita mulia ini, jangankan membicarakan, bahkan aku juga tidak pernah bosan mendengar cerita tentangnya dan membaca buku ataupun artikel tentangnya.

aku mulai mengenal dan mengagumi sosok Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu ketika aku duduk di bangku kelas 6 SD, ketika mama dan papaku mendaftarkan aku untuk belajar baca Al Qur'an di masjid dekat rumah, di sela sedang mengaji itulah aku suka membaca buku tentang perjalanan hidup Rasulullah Salallahu 'alaihi Wassalam dan sampailah pada cerita sesosok wanita cantik, tangguh dan setia terhadap suami Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu. dari situ meskipun masih kecil aku suka mencari tau lebih tentang siapa Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu, kenapa ia begitu istimewa, kenapa ia dipilih Allah untuk menjadi istri Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wassalam yang kemudian sangat dicintai oleh beliau sepanjang hidup beliau meskipun Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu telah lama duluan meninggalkan beliau.

maka semakin bertambah usiaku semakin bertambahlah kekagumanku pada Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu. kharismatik yang dimilikinya sebagai seorang wanita begitu berbeda, begitu bercahaya dan begitu bernilai. sungguh teman, hingga saat ini aku bahkan tidak bisa mencontoh akhlak beliau yang begitu mulia meski hanya setitik bahkan lebih kecil dari setitik tadi.

Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu memiliki karakter tegas tapi lembut, cerdas tapi tawadhu', cepat tanggap dan peka, cantik tapi pemalu, kaya raya tapi murah hati, tangguh tapi rela berkorban demi suami, setia pada suami dan selalu berada di sisi suami ketika suami membutuhkan dan tak kalah penting bertakwa kepada Allah dan selalu menenangkan suami dengan mengingatkan suami kepada Allah dan meyakinkan suami agar teguh berada di atas agama Allah.

teman, kalo dipikirkan dengan hati yang bersih, memang sungguh pantas ya Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu mendampingi Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wassalam, sungguh pasangan serasi yang mempunya tingkat level yang sama dari segi akhlak dan agama. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wassalam adalah pemuda al amin sedangkan Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu adalah wanita Ath Thahirah. ahhhh subhanallaah,,,subhanallaah,,,,*sambil berbinar binar

sungguh teman begitu besar kecintaanku pada Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu, aku pernah berdo'a kepada Rabbku Allah 'azza wa jalla agar kelak di akhirat Allah mengampuni semua dosa-dosaku dan menempatkanku di surga menjadi tetangganya Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu. (^^)

MasyaAllah,,,do'a yang sebenarnya terlalu tinggi untuk seorang yang hina sepertiku ini. tapi aku sungguh ingin bertemu dan berkumpul dengan Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wassalam dan Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu.

duhai Allah Tuhanku,,,bimbinglah aku untuk menjadi wanita yang berakhlak mulia sebagaimana Engkau telah membimbing hamba kesayanganMu Khodijah binti Khuwailid  Radiyallahu'anhu. Allahumma aamiin aamiin aamiin Ya Robbal'alamiin

Read more...

03 Desember 2012

Autumn in My Heart ^^


Tiadalah aku melihat semua kebesaran Allah selama berada di Bumi Allah Negeri Sakura, selain itu semua menambah rasa keyakinan dan keimananku bahwa Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah 'azza wa jalla

teman, aku sungguh tidak menyangka bila Allah mentakdirkanku untuk bisa menikmati musim gugur yang indah di negeri sakura, meski hanya sebentar tapi sungguh ini nikmat yang luar biasa. sebenarnya aku sempat berkeliling ke 6 kota besar (Tokyo, Osaka, Hiroshima, Nagasaki, Fukuoka, Kyoto) di sana tapi ketika berada di Kyoto lah aku benar-benar merasa takjub dengan kebesaran Allah yang ada di sana.

di suatu pagi dijalanan yang yang elok yang penuh dengan daun-daun mapple dan daun-daun ginko yang berwarna warni dan berguguran, aku membatin, seandainya kota ini penuh dengan Masjid dan orang-orang muslim alangkah luar biasa indah dan bahagianya.

perjalanan yang begitu berkesan karena di sana lah Allah menunjukkan padaku bahwa Dia selalu bersamaku dan menolongku. teman, di negeri sakura hampir tidak ada yang menggunakan Jilbab, jadi jangan heran kalau kita yang memakai Jilbab apalagi cukup gede akan menjadi bahan sorotan dimana-mana. tapi justru pengalaman inilah yang membuatku berkesan.

suatu hari ketika pulang dari Miyajama Island dan sedang berada di kereta api, aku dan sepupuku duduk di depan dua orang nenek yang masih kuat dan cantik. tiba-tiba mereka menegurku dan mengatakan sesuatu dalam bahasa jepang, yang aku hanya mengerti sedikit-sedikit mereka bilang apa, tapi syukurlah sepupuku yang pernah ke jepang sudah fasih bahasa jepang sehingga ia paham apa yang mereka bicarakan. mereka bilang jilbab yang saya kenakan bagus, indah dan terlihat cantik dan mereka bertanya apa yang saya kenakan ini. dalam bahasa jepang jilbab adalah hijabu. dan karena mereka sangat terkesan saya sampai di kasih makanan yang mereka bawa sebagai oleh-oleh untuk keluarga mereka. Subhanallaah,,,

selain itu pengalaman berkesan ketika aku ingin berwudhu di kamar mandi dan tiba-tiba beberapa orang ibu-ibu mendekatiku dan menunjuk kearah jilbabku dan mengatakan suteki ne,,,yang artinya bagus ya,,,aku bilang ke mereka ini jilbab yang dikenakan wanita muslimah.mereka mendengarkan dengan seksama dan mengatakan terima kasih atas penjelasan yang aku berikan.Subhanallaah,,semoga bisa menjadi lahan dakwah.

pengalaman berkesan lainnya adalah ketika aku begitu susahnya mencari tempat sholat, inilah pengalaman pertamaku ketika harus sholat di taman kota, di stasiun kereta api, di ruang darurat, karena tidak ada masjid yang aku temui selama aku di sana, dan di saat seperti inilah aku penuh rasa syukur kepada Allah aku bisa tinggal di Indonesia yang di mana-mana aku bisa temui masjid. pernah satu sewaktu di kyoto aku mencari tempat sholat dan karena pada saat itu hari minggu, kyoto penuh dengan orang-orang sehingga jalanan sangat ramai dan menjadi macet. taman-taman kota sudah tidak bisa digunakan untuk sekedar sholat sebentar. akhirnya aku memutuskan pergi ke stasiun kereta api kyoto dan bismillaah meminta mereka meminjamkan suatu ruangan khusus di sana. dan teman, yang membuat aku kaget adalah mereka tidak mengerti sholat yang aku jelaskan meskipun aku menjelaskan dalam bahasa inggris staf di sana tidak mengerti apa yang aku  maksud, hingga datang seorang staf yang lain bertanya kepadaku "are you muslim?" ketika aku jawab iya barulah ia mengerti bahwa aku ingin melaksanakan sholat 'ashar dan teman aku diberi ruangan yang cukup sempit tapi sangat nyaman untuk sholat hohoho tapi Alhamdulillaah pertolongan Allah tak pernah henti dan selama di sana betapa aku merindukan suara adzan,,,rindu teramat sangat dengan suara orang yang membaca Al Qur'an di masjid dan itu yang membuatku cepat merasakan homesick.

setiap sudut kota yang indah di sana, sungguh memperlihatkan kebesaran Allah, sungguh Allah maha besar dan maha indah, semua ini sungguh membuatku terharu dan menambah keyakinanku kepada Allah Rabb semesta alam, aku beriman kepada Allah dengan segala kesempurnaan yang Allah miliki.

suatu sore yang begitu menakjubkan, duduk dibawah pohon mapple berwarna kuning dengan angin yang lembut yang membuat daun-daun mapple jatuh dengan eloknya, ah betapa Engkau maha kuasa Ya Rabb,,betapa hanya Engkau yang patut disembah, betapa banyak kezhaliman dan kefuturan yang telah hamba lakukan.

terima kasih atas perjalanan ini ya Rabb,,terima kasih atas hidayah dan ilmu yang telah Engkau berikan melalui perjalanan ini,,terima kasih Ya Allah Ya Tuhanku yang maha satu,,,


Read more...

11 Oktober 2012

Bersemangatlah Teman,,,


sesungguhnya gerak gerik seorang muslim selalu diperhatikan 
oleh orang-orang yang membenci mereka, baik kaum kafir, kaum yahudi, orang munafik
bahkan oleh sesama muslim yang pendengki. oleh karena itu janganlah
kita terlihat lemah di hadapan mereka, bersemangatlah, tunjukkan bahwa
KITA MUSLIM YANG KUAT

Drive your dreams anywhere to go. teman, percaya tidak percaya jika kita sebagai muslim terlihat melempem, lemah, dan tidak bersemangat, maka di sana ada orang-orang yang berbahagia melihat kita dalam keadaan yang menderita seperti itu. merekalah kaum yang sangat membenci dan dengki kepada orang muslim yang kuat. ingatlah teman bahwa Allah mencintai mukmin yang kuat.

bersemangatlah teman,,,gapailah cita-cita kita sebagai seorang muslim yang mungkin masih dalam proses atau belum tercapai. bersemangatlah mewujudkan semua cita-cita yang kita letakkan harapannya kepada Allah Rabb semesta Alam.

Rasulullah Sallallahu 'alaihi wassalam bersabda:"Bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah lemah" (HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Majah )

Allah pasti menolong kita teman selama kita masih berharap akan pertolongan Allah dan selama masih ada semangat untuk menggapai cita-cita, semangat untuk menuntut ilmu, semangat untuk melakukan kebaikan dan semangat menuju Akhirat berjumpa dengan Allah 'azza wa jalla.

janganlah engkau melemah ketika banyak orang di sekitarmu mencibirmu karena kegigihanmu dalam mempertahankan agama dan imanmu karena Allah. janganlah engkau melemah ketika orang di sekitarmu yang ingkar kepada Allah membangga-banggakan harta, kekayaan dan kehormatan yang mereka miliki, sesungguhnya itu hanyalah tipuan teman, janganlah engkau terpedaya dengan omongan dan tingkah laku mereka yang jahil, tetaplah engkau bersemangat dalam bertakwa kepada Allah.

tetaplah bersemangat dan terlihat tidak terkalahkan karena Allah bersamamu, buatlah kaum yang membenci dan dengki pada agamamu merasa gentar dengan sikapmu yang kuat dalam keadaan apapun, ingatlah selalu teman bahwa Allah selalu bersamamu.

bawalah mimpi-mimpimu kemanapun engkau pergi, mimpi untuk bisa berjumpa dengan Allah, mimpi untuk bisa bersama dengan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wassalam dan para sahabat serta orang-orang soleh yang diridhoi Allah dan minum air telaga milik Rasulullaah Sallallahu 'alaihi wassalam di surga dan kemudian bersemangatlah.

janganlah engkau biarkan orang-orang yang dengki terhadapmu tersenyum bahagia melihat engkau bersedih dan lemah, karena pada dasarnya itulah yang mereka harapkan dari engkau teman. kita punya Allah. kita punya Rasulullaah Sallallahu 'alaihi wassalam, kita punya agama Islam, agama yang berada di atas kebenaran. maka sekali lagi bersemangatlah. 

Bersemangatlah teman,,,,,,,Semangat Karena Allah ^-^

Read more...

03 September 2012

Nikmat mana yang kamu dustakan?


"Jika hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Jika kerja sekedar kerja, kera juga bekerja"
-Buya Hamka-

Beberapa hari yang lalu aku pergi mengunjungi teman sekolahku dulu semasa SMA, temanku ini dia adalah sosok yang pemalu, minderan dan pendiam semasa kami sekolah dulu. qadarullaah, pada saat kelas 2 SMA dia menjadi teman sebangkuku. dia yang pendiam dan jarang bersosialisasi tiba-tiba menjadi dekat dan terbuka padaku saat itu. mungkin karena aku teman sebangkunya aku pikir seperti itu. akhirnya kami menjadi bersahabat dan aku sering di ajak main ke rumahnya ketika pulang sekolah karena rumahnya dekat dengan sekolah kami, bisa ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu kurang lebih 10 menit.

waktu berlalu, ketika kami lulus sekolah aku kemudian merantau ke pulau jawa untuk menimba ilmu, sedangkan temanku ini tetap tinggal di kota kami tercinta. ketika aku merantau dulu, aku hanya pulang ke kotaku setahun sekali ketika lebaran dan itupun hanya beberapa hari saja jadi aku benar-benar tidak sempat untuk bersilahturahmi ke rumah teman-temanku semasa sekolah dulu termasuk sahabatku ini.

waktu yang berlalu dan menyibukkan masing-masing manusia, maka pada saat itu banyak hal terjadi dan kabar yang tidak ketahui, ya begitu juga dengan sahabatku ini teman. qadarullaah pula yang akhirnya mengembalikan aku kembali kampung halamanku setelah sekian lama aku merantau di tanah yang berbeda. pada saat aku pulang ke kotaku, sebenarnya aku tidak teringat dengan sahabatku ini, namun ketika suatu hari aku pulang kantor dan melewati gang rumahnya yang dekat dengan sekolah kami, aku tiba-tiba teringat bahwa sahabatku terakhir kabar yang aku dengar dia tidak merantau ke mana-mana.

aku segera membelokkan motorku dan singgah kerumahnya, alhamdulillaah dugaanku benar ternyata dia masih di kota ini. aku berdiri kaku sesaat di depan gerbang rumahnya ketika aku melihat sosok yang keluar dari pintu, sosok yang berbeda, sangat kurus, lemah, pucat bahkan wajahnya hampir tidak sama karena wajah yang begitu tirus dan pucat. aku terdiam sesaat merasa salah rumah, tapi aku yakin ini adalah rumah sahabatku itu.

ketika dia memanggilku barulah aku percaya bahwa aku tidak salah rumah dan sosok yang muncul itu benar-benar sahabatku. ternyata sahabatku ini sakit sejak 4 tahun yang lalu, dia mengalami sakit pengerasan kulit yang akhirnya berpengaruh pada lambungnya, sehingga dia kesulitan makan dan menjadi sangat kurus karena hal ini. kulitnya pun mengeras dan berwarna hitam lebam, masyaAllah kasihan sahabatku ini, bahkan dia tidak sempat kuliah seperti yang teman-teman lainnya dan sehari-harinya dia hanya di dalam rumah karena badannya yang sangat lemah tidak memungkinkan dia untuk terkena banyak angin dan beraktivitas di luar.

aku mencoba untuk meghiburnya, kami bercerita semasa sekolah dulu, saat itu dia yang sempat dipanggil ndut karena badannya yang gendut dan bila dibandingkan dengan keadaannya yang sekarang sungguh jauh berbeda dan sulit dipercaya. kami bercerita mengenai banyak hal yang terjadi selama kami tidak bertemu, ketika aku bercerita tentang ujian hidup yang aku alami justru dia tersenyum dan menasehatiku untuk bersabar, sungguh luar biasa sahabatku ini, kata-katanya yang membesarkan hatiku adalah "bersabarlah dulu wulan, lihatlah aku, sungguh hidupmu jauh lebih baik, bersyukurlah pada Allah, apa yang aku alami jauh lebih berat" dan dia mengatakan itu sambil tersenyum, tak ada keluhan yang terucap, tak ada penyesalan, subhanallaah hatiku sungguh bergetar, ya Allah terima kasih untuk pertemuan ini.

kita  bukanlah babi yang hidup hanya sekedar hidup
kita bukanlah kera yang bekerja hanya sekedar bekerja
kita punya tujuan yaitu Allah,,,
hidup kita untuk Allah
kita bekerja karena Allah
bahkan mati kita pun untuk Allah

"Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”
 (QS Al-An’am: 162-163)

bersyukurlah selalu kepada Allah teman,,, sebelum Allah murka dan mengambil kenikmatan itu dari kita yang kemudian hanya kita sesali di dunia dan akhirat, seapapun kita teman, masih ada yang jauh lebih berat menjalani hidupnya daripada kita, seapapun kita teman masih ada yang tertatih tatih berjuang dalam menjalani hidupnya, seapun kita bersyukurlah teman, tidak berbanding nikmat dan ujian karena nikmat Allah sesungguhnya jauh lebih banyak

"maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?"
(QS Ar Rohman)

Read more...

27 Agustus 2012

Fa Ainallaahu?


Jika Anda-anda menyuruh saya untuk memendekkan Jilbab saya, Fa Ainallaahu (di mana Allah)? tidakkah Anda-anda mengetahui bahwa Allah maha mengawasi gerak gerik hamba-hambaNya?

Jika Anda-anda menyuruh saya membiasakan makan uang haram, Fa Ainallaahu (di mana Allah)? tidakkah Anda-anda mengetahui bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban uang itu di akhirat kelak?

Jika Anda-anda menyuruh saya melonggarkan prinsip agama saya, Fa Ainallaahu (di mana Allah)? tidakkah Anda-anda mengetahui bahwa Allah maha cepat dalam memberi azabNya?

Jika Anda-anda menyuruh saya bersikap cair dengan setiap lawan jenis, Fa Ainallaahu (di mana Allah)? tidakkah Anda-anda mengetahui bahwa Allah maha melihat dan maha mendengar?

Jika Anda-anda menyuruh saya melakukan hal yang sia-sia dan tak bernilai di hadapan Allah, Fa Ainallaahu (di mana Allah)? tidakkah Anda-anda mengetahui bahwa Allah maha hidup lagi maha terjaga?

Fa Ainallaahu,,,Fa Ainallaahu di mana Allah,,di mana Allah bagi Anda-anda,,,

kenapa Anda-anda begitu ingin saya menanggalkan prinsip agama yang telah saya pertahankan dengan usaha yang tidak mudah,,,Fa Ainallaahu,, Fa Ainallaahu,,,,di mana Allah bagi Anda-anda

apakah Anda-anda tidak yakin bahwa Allah pasti mengetahui siapa yang berdusta imannya?

Read more...

14 Agustus 2012

Lelaki Andalus dan Seekor Gajah



“Jangan Berhenti, Titik”

Nama Lelaki itu mudah dikenal, Yahya bin Yahya. Nun jauh dari Andalusia ia berasal. Ia pergi menuntut ilmu ke Madinah. Berguru pada Imam Malik. Andalusia-Madinah adalah jarak yang teramat jauh. Terlebih dengan sarana transportasi  apa adanya di masa itu. Tetapi Yahya bin Yahya adalah salah satu contoh terbaik tentang kehendak seorang muslim yang tidak pernah berhenti menjadi berarti.

Hari-hari menimba ilmu pun ia lalui di Madinah yang tenang. Di hadapan sang guru Imam Malik. Hingga suatu hari, saat tengah berada di majelis bersama murid-murid yang lain, tiba-tiba  ada rombongan orang-orang entah dari mana. Mereka datang sambil membawa gajah. Murid-murid Imam Malik berhamburan keluar ingin melihat gajah. Di Jazirah Arab, makhluk besar berbelalai itu saat itu memang tergolong asing. Maka orang-orang pun keluar ingin melihat lebih dekat begitupun dengan murid-murid Imam Malik.

Semua beranjak, kecuali Yahya bin Yahya. Hingga semua keluar Yahya tetap duduk di majelis itu. Melihat itu Imam Malik mendekat.”mengapa engkau tidak keluar juga untuk melihat gajah?” tanya imam malik. Yahya menjawab,”aku jauh-jauh datang dari Andalusia untuk menuntut ilmu, bukan untuk melihat gajah”. Imam Malik sangat kagum dengan keteguhan Yahya. Setelah itupun Imam Malik pun menggelarinya dengan ‘aqilu andalus’ (lelaki berakal dari Andalusia).

Betapa sering perjalanan hidup kita berhenti. Bahkan oleh hal-hal yang tidak terlalu serius. Betapa banyak orang berhenti mengejar cita-cita, kehendak mulia, mimpi-mimpi fantastis dalam capaian prestasi hanya lantaran keteledoran, hanya karena ulah menyimpang yang mulanya hanya iseng-iseng belaka, atau mental ‘nanti dulu’, atau sikap ‘sebentar dulu’. Akhirnya lama kelamaan jiwanya mulai layu, semangatnya mulai redup. Gairah berkaryanya semakin kering. Akhirnya iapun terhenti dari segala harapan yang telah menanti di ujung kerja kerasnya.

Gelar ‘aqilu andalus’ (lelaki berakal dari Andalusia) menegaskan soal lain, bahwa kehendak kuat untuk tidak berhenti, atau terhenti, membutuhkan kalkulasi keyakinan yang kuat. Ini tidak sekedar ukuran rasional untung atau rugi. Ini juga benar-benar bukan soal selera suka atau tidak suka melihat gajah. Tapi ini sungguh-sungguh benar soal pemahaman, kemengertian, kesadaran dan juga kedalaman penghayatan tentang keputusan apa yang harus diambil seorang muslim di saat-saat ia tergoda.

Begitulah seorang muslim semestinya. Menata jalan cita-citanya. Semua orang punya harapan-harapannya, tinggi atau rendahnya, jauh atau dekat, serius atau main-main. Tetapi menjadi seorang muslim yang tak mengenal kata henti dalam berjalan, berusaha, berkarya adalah pilihan keimanan untuk tujuan nun jauh di akhirat sana. Sebab di atas arah jalan itu hidup seorang muslim menjadi punya arti.

Cita-cita luhur, kehendak kuat, mimpi-mimpi untuk menjadi seorang muslim yang punya arti, tidak boleh terhenti oleh apapun. Apalgi hanya sekedar karena seekor gajah. Hiburan dan rehat ada tempatnya sendiri yang proporsional.

Kita harus terus mengejar. Jangan berhenti. Jadilah seperti lelaki berakal dari Andalusia itu.

(disadur dari buku Lelaki Pendek Hitam & Lebih Jelek dari Untanya (Bab 13). Penulis Ahmad Zaifori AM)

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP