18 Juni 2010

Rasa yang berbeda

teringatku pertemuan kita untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pertemuan di suatu tempat ketika aku harus balik ke bumi tempat aku dilahirkan, pertemuan yang aku yakin telah ditakdirkan Allah, kita saling terdiam, dan ku tau engkau adalah lelaki yang sangat pemalu. tanpa terduga, siapa yang menyangka ternyata mamaku dan ibumu saling menyapa dan saling mengenal. tapi kita masih saling terdiam, saling malu dan tidak tau harus berkata apa.

namun, hatiku diam-diam merasa takjub dengan perubahanmu, wajahmu yang begitu teduh dan bercahaya, pandangan mata yang terjaga, sikap yang tawadhu dan dengan penampilan yang sederhana dan bersahaja, Allahumma Rabbi...hatiku bergetar...dan ditengah malam dalam tahajudku aku mengaku dan mengadu pada Rabbku tentang isi hatiku padamu. Ya rabbi..aku jatuh hati pada lelaki sederhana ini...

dan ketika ku harus kembali bekerja diluar sumatera, justru komunikasi diantara kita terbuka, ku mulai melihat kepingan-kepingan takdir yang masih berserakan, ingin sekali kutemukan kepingan yang lain, ku ingin melihat adakah kepingan itu kelak bila telah tersusun ada kau dan aku bersatu di dalamnya?

maka waktu berlalu dan kepingan-kepingan itu begitu sulit untuk ditemukan dan ketika dalam pencarian keping-keping itu aku mendapat banyak ujian dari Allah, entah kenapa dalam setahun kemaren, lelaki yang ingin meminangku adalah lelaki yg telah mapan, lebih dari berkecukupan, namun tetap ada rasa yang tidak bisa kutemukan pada rasaku padamu, dan ku teringat ketika kau berkata bahwa kau tidak bisa menjanjikan ku harta yang berlimpah namun kau janjikan aku sebuah ayat di dalam Al Qur'an yaitu surat ath-Thalaq (65) : 3 ".......Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya...."

kau yang pendiam dan pemalu hanya mengucapkan kalimat itu padaku saat itu dan hatikupun bergetar ..Rabbi...ini lebih dari cukup..ini lebih dari cukup....sesungguhnya janjiMu adalah Al Haq.

maka juga ketika seorang lelaki baru masuk dikantorku menjadi bahan pembicaraan temen-temanku dikantor karena ketampanan wajah dan postur tubuhnya yang ideal serta kecerdasan otaknya, tapi siapa yang menyangka kalau lelaki ini kemudian mendambakan perhatian lebih dariku, aku sempat terhenyak, merasa tersanjung, takjub dengan fisiknya yang begitu indah, namun tetap aku tak bisa menemukan rasa seperti rasaku padamu. sebuah rasa yang begitu mengagumi kesederhanaanmu namun wajahmu itu begitu teduh, sejuk, dan menenangkan hati..buah dari ketaatan dan ketakwaanmu kepada Allah.subhanallaah.....

maka hari ini, ketika tadi malam selesai tahajud ku memimpikan dirimu datang dengan menggunakan baju gamis berwarna putih dengan wajah yang teduh, aku rasanya tak sabar lagi ingin datang ke sumatera sana untuk menyusun keping-keping takdir antara kita. namun ku pun sadar Allah lah penentu segala keputusan.

dan hanya kepada Allah saja keserahkan semua urusan ini sambil berharap Allah mengabulkan harapanku dan harapanmu hingga kepingan-kepingan tadi tersusun dengan sempurna dan itu adalah kepingan-kepingan takdir kita berdua. Allahumma Amiin Ya Rabbal 'alamiin...

Yogyakarta, 7 Rajab 1431 Hijriyah
" Aku, wanita yang berharap kelak menjadi tulang rusukmu "

Read more...

10 Juni 2010

Keberuntungan Lelaki

"Tiga hal keberuntungan Lelaki yaitu: istri yang shalihah; kalau engkau lihat, menyenangkanmu; dan kalau engkau pergi, engkau merasa percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda penurut lagi cepat larinya (kendaraan yang baik), yang dapat membawamu menyusul teman-temanmu; dan rumah besar (lapang) yang banyak didatangi tamu.(H.R. Ahmad. Hadits yang semakna dengan ini riwayat oleh Thabarani, Bazzar dan Hakim)

Ya, beristrikan wanita sholihah adalah salah satu keberuntungan lelaki. yaitu wanita yang taat beragama sebagaimana keinginan dari lelaki mukmin yang disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur'an:

  "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."(Al Furqan:74)

siapapun seorang lelaki bila menjadi suami akan menjadi senang hatinya bila melihat istrinya taat kepada Allah, rajin beribadah dan banyak mengingat Allah terutama bila telah mempunyai anak si istri tadi bisa mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang soleh dan bertakwa hingga merasa tentram hati sang suami mendapatkan istri dan anak-anak yang soleh dan senantiasa bertakwa kepada Allah.

wanita solihah adalah penyejuk hati sang suami sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya , bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

 Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah: “Tatkala Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:

“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)  

maka hendaknya para lelaki bersungguh-sungguh bertakwa kepada Allah dalam mengharapkan pendamping yang soleh, karena sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nur :26 Allah telah menjanjikan wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)"(An Nur:26)

dan para lelaki yang hendak menikah sebaiknya dia melihat apakah wanita yang akan dinikahinya mempunyai ketaatan kepada Allah karena bila dia menikah dengan wanita yang membangkang dan cinta terhadap dunia maka itu akan menjadi bumerang baginya. Islam tidak melarang seorang lelaki menikah wanita cantik atau wanita yang kaya namun hendaknya dia tetap memperhatikan agama si wanita karena dari rahim wanita inilah kelak anak-anaknya akan dilahirkan dan wanita inilah yang akan mendidik anaknya menjadi anak yang bertakwa atau tidak kepada Allah. dan tentunya untuk mendapatkan wanita solehah lelaki juga harus mensolehkan dirinya sendiri.Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466) 
oleh karena itu bertakwalah dengan sepenuh hati kepada Allah wahai para lelaki karena dengan itu Allah akan membalas amal solihmu dengan diberikan istri yang solihah yang akan menyejukkan matamu, menentramkan hatimu, pandai menjaga kehormatanmu, tulus mencintaimu karena ALLAH dan kelak menjadi bidadarimu dunia dan akhirat insyaAllah. karena semua ini tidaklah dijanjikan Allah kecuali bagi hamba-hambaNya yang bertakwa dan banyak brdzikir mengingatNya.

Read more...

09 Juni 2010

Orang Bertakwa Tidak Pernah Merasa Miskin

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

Adapun mengenai firman Allah Ta’ala,
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3). 

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah akan menghilangkan bahaya dan memberikan jalan keluar bagi orang yang benar-benar bertakwa pada-Nya. Allah akan mendatangkan padanya berbagai manfaat berupa dimudahkannya rizki. Rizki adalah segala sesuatu yang dapat dinikmati oleh manusia. Rizki yang dimaksud di sini adalah rizki dunia dan rizki akhirat.

Sebagian orang mengatakan, “Orang yang bertakwa itu tidak pernah merasa fakir sama sekali.” Lalu ada yang bertanya, “Mengapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Karena Allah Ta’ala berfirman:

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)”

Kemudian ada yang bertanya kembali, “Kami menyaksikan sendiri bahwa di antara orang yang bertakwa, ada yang tidak punya apa-apa. Namun memang ada sebagian lagi yang diberi banyak rizki.” Jawabannya, ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang bertakwa akan diberi rizki dari jalan yang tak terduga. Namun ayat itu tidak menunjukkan bahwa orang yang tidak bertakwa tidak diberi rizki. Bahkan setiap makhluk akan diberi rizki sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6). 

Bahkan hamba yang menerjang yang haram termasuk yang diberi rizki. Orang kafir tetap diberi rizki padahal rizki itu boleh jadi diperoleh dengan cara-cara yang haram, boleh jadi juga dengan cara yang baik, bahkan boleh jadi pula diperoleh dengan susah payah.

Sedangkan orang yang bertakwa, Allah memberi rizki pada mereka dari jalan yang tidak terduga. Rizkinya tidak mungkin diperoleh dengan cara-cara yang haram, juga tidak mungkin rizki mereka dari yang khobits (yang kotor-kotor). Perlu diketahui bahwa orang yang bertakwa tidak mungkin dihalangi dari rizki yang ia butuhkan. Ia hanyalah dihalangi dari materi dunia yang berlebih sebagai rahmat dan kebaikan padanya. Karena boleh jadi diluaskannya rizki malah akan membahayakan dirinya. Sedangkan disempitkannya rizki malah mungkin sebagai rahmat baginya.

Namun beda halnya dengan keadaan manusia yang Allah ceritakan,

{ فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ } { وَأَمَّا إذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ } { كُلًّا }
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian).” (QS. Al Fajr: 15-16)

Senyatanya tidak demikian. Belum tentu orang yang diluaskan rizkinya, ia berarti dimuliakan. Sebaliknya orang yang disempitkan rizkinya, belum tentu ia dihinakan. Bahkan boleh jadi seseorang dilapangkan rizki baginya hanya sebagai istidroj (agar ia semakin terlena dengan maksiatnya). Begitu pula boleh jadi seseorang disempitkan rizkinya untuk melindungi dirinya dari bahaya. Sedangkan jika ada orang yang sholih yang disempitkan rizkinya, boleh jadi itu karena sebab dosa-dosa yang ia perbuat sebagaimana sebagian salaf mengatakan,

إنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ
“Seorang hamba boleh jadi terhalang rizki untuknya karena dosa yang ia perbuat.”

Dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang memperbanyak beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.”[1]

Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwa kebaikan itu akan menghapus kejelekan, istighfar adalah sebab datangnya rizki dan berbagai kenikmatan, sedangkan maksiat adalah sebab datangnya musibah dan berbagai kesulitan. (Kita dapat menyaksikan hal tersebut dalam ayat-ayat berikut ini).

Allah Ta’ala berfirman,

الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آَيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ (1) أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ (2) وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ
“Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya” (QS. Huud: 1-3)

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

{ وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا } { لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ }
“Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya.” (QS. Al Jin: 16-17)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’rof: 96)

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ
“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS. Al Maidah: 66)

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)

وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ
“Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.” (QS. Hud: 9)

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisa’: 79)

{ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ } { فَلَوْلَا إذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ }
“Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 42-43)

Allah Ta’ala telah mengabarkan dalam kitabnya bahwa Dia akan menguji hamba-Nya dengan kebaikan atau dengan kejelekan. Kebaikan yang dimaksud adalah nikmat dan kejelekan adalah musibah. Ujian ini dimaksudkan agar hamba tersebut teruji sebagai hamba yang bersabar dan bersyukur. 

Dalam hadits shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاَلَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَقْضِي اللَّهُ لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدِ إلَّا لِلْمُؤْمِنِ إنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Allah tidaklah menetapkan bagi seorang mukmin suatu ketentuan melainkan itu baikk baginya. Hal ini tidaklah mungkin kita jumpai kecuali pada seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa suatu bahaya, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”

Demikian penjelasan dari Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu’ Al Fatawa (16/52-54). Semoga bermanfaat dan dapat sebagai penyejuk hati yang sedang gundah.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Panggang-GK, 26 Jumadil Awwal 1431 H (10/05/2010)

Read more...

03 Juni 2010

Merangkai masa

masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang semuanya terangkai dalam satu masa perjalanan dalam hidup kita. detik demi detik berlalu, masa-masa yang kita lewati maka menjadi masa lalu yang tak bisa kita ulangi kembali bahkan tak bisa kita review kembali. seperti gulungan kertas yang terbakar, pernah ada namun hanya bisa kita kenang dan hingga kapanpun dengan cara apapun kita tidak akan pernah bisa mengubahnya. herannya sesulit dan sepahit apapun yang pernah kita alami di masa lampau tetap saja kita merindukan setiap kejadian di masa itu dan kita bahkan bisa tersenyum ketika sedang mengenang masa itu meski ketika dalam mengenang itu kita berangan-angan ingin memperbaiki keadaan yang membuat penyesalan di masa kini.

dan masa kini yang detik ini sedang kita jalani saat ini, bahkan beberapa detik kemudian telah berubah menjadi masa lalu yang tidak bisa kita ulang lagi. maka di masa ini lah kesempatan kita untuk merangkai sebuah cerita yang kelak ketika cerita itu berada di masa lalu, tak ada yang kita sesali bahkan bisa menjadi sebuah sebab cerita indah di akhir masa.

ketika dalam merangkai masa kita lakukan dengan ketaatan kepada Allah, berserah diri sepenuhnya kepada Allah, sabar dan ikhlas terhadap semua ketetapanNya, sungguh, melewati hari-hari terasa begitu sebentar, begitu tenang dan begitu merindu, kapankah hari perjumpaan denganNya tiba?

Ya Rabb Engkau maha mengetahui untuk siapa air mata ini menetes di atas sajadah ketika sedang bersujud mengharap ampunanMu. Engkau maha mengetahui betapa hati ini merinduMu berharap kelak dapat melihat wajahMu yang maha mulia. hanya Engkau yang maha mengetahui apa yang sesungguhnya ada di dalam hatiku.

maka hari ini ketika hati menjadi ikhlas, sangat ikhlas dalam beribadah kepada Allah, waktu-waktu yang berlalu begitu indah dan semakin menambah rasa rindu di hati, rasa rindu yang tiada terkira kepada Rabb  yang maha agung, rangkaian masa terasa begitu indah meski terdapat kerikil-kerikil rintangan di dalam rangkaian masa itu karena hati yang sangat dekat kepada Allah 'Azza wa Jalla.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu  benar-benar dalam kerugian.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Al 'Ashr:1-3]


Read more...

18 Mei 2010

Hanya sebatas di Dunia

Daun-daun tak kuasa menahan takdir berguguran satu persatu karena hembusan angin yang disertai hujan sepanjang sore ini. tak ada yang abadi, semua akan lepas, apapun yang kita miliki di dunia ini semua akan lepas ketika kelak kita mati. seperti daun-daun yang berguguran yang lepas dari dahannya. tak ada yang bisa menahan daun itu untuk tetap pada tempatnya bila Allah telah menetapkan daun-daun itu gugur dari dahan yang selama ini menjadi naungannya.

silahkan menyibukkan dirimu untuk menumpuk harta di dunia ini, bahkan ketika kamu sudah tidak perduli lagi dengan cara mendapatkannya apakah dengan cara yang halal ataukah cara yang haram, silahkan, tumpuklah sesuka hatimu, pamerkanlah ke orang-orang sesuka hatimu, gunakanlah untuk memenuhi seabrek keinginan hawa nafsumu dengan harta itu, silahkan, namun di suatu saat yang telah Allah tetapkan kamu pasti akan berpisah dengan semua itu, lepas, dan tak ada satupun makhluk yang mampu menahannya.

"Akan tiba suatu saat di mana seorang laki-laki tidak peduli lagi tentang bagaimana caranya dia memperoleh sesuatu, entah itu dengan cara halal ataukah haram". (H.r. Bukhari)

dan semua ini hanya sebatas di dunia, hanya di dunia, kelak di akhirat semua perbuatan akan dihisap, akan diminta pertanggung jawabannya. dari mana kamu mendapatkan hartamu, dengan cara apa dan dipergunakan untuk apa. dan harta yang kau tumpuk tadi tidak akan bisa menyelamatkanmu sama sekali. maka sekali lagi, silahkan kau tutup kupingmu dari nasehat orang-orang soleh dan terus menerus menyibukkan diri untuk melakukan hal yang sia-sia, silahkan, namun ingat itu hanya sebatas di dunia saja.

"Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan." (Al-Anbiya`: 35)

mati, ya mati, ingat itu kita akan mati, entah kapan, kematian sangatlah dekat dengan kita. dan apapun yang kita kumpulkan di dunia ini, semua tidak akan kita bawa mati, bahkan tidak berguna untuk menyelamatkan kita dari  kematian yang bahkan lebih dekat dari urat leher kita. 

maka, hari ini aku katakan padamu, silahkan kamu memamerkan semua kemaksiatanmu, hartamu yang kamu dapat dari jalan haram, sibuk mencari popularitas untuk mendapatkan sanjungan dan pujian orang lain. dan kamu sangat bangga dengannya. silahkan lakukan semua itu sesuka hatimu. namun ku katakan padamu satu hal "itu hanya sebatas di dunia" saja.

Read more...

04 Mei 2010

hujan bagiku

Beragam tanggapan manusia ketika hujan turun, ada yang bilang sial, astaga, menyebalkan atau ada yang bersyukur karena masih bisa melihat hujan turun kembali. Rasulullah telah mengajarkan kita sebuah do’a ketika hujan turun, "Bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam jika melihat hujan, maka beliau berucap : 'Ya Allah, jadikanlah ia hujan yang bermanfaat"

aku sangat mencintai turunnya hujan. Hujan sebagai pengingat masa-masa indah yang dulu pernah aku lalui ketika kecil atau mulai beranjak remaja. Sekedar menjadi pengingat dulu waktu aku masih smp, bila hujan tiba, papa, mama, aku dan dua adikku selalu duduk di teras  rumah, tempat favorit kami untuk menikmati turunnya hujan sambil bercerita apa saja dan papaku tentunya selalu bercerita hal-hal lucu yang dialaminya entah tentang masa kecilnya, masa remajanya hingga kejadian lucu di kantor beliau bekerja. Dan mamaku, beliau pasti membuat  makanan dan selalu makanan yang sama untuk disantap bersama di teras rumah bila hujan tiba. Makanan itu tiada lain adalah tahu isi. Oh iya dengan minuman teh hangat tentunya. Sungguh kenangan yang indah. Dan semakin deras hujan turun, semakin dalam ingatanku tentang masa-masa indah itu.

Dan kini, setelah aku dan kedua adikku beranjak dewasa, dan kami bertiga memutuskan merantau dari pulau sumatera menuju pulau jawa untuk menimba ilmu berharap kelak dari ilmu itu kami bisa menjadi manusia yang bermutu yang kemudian ketika balik dari perantauan kami telah menjadi perantau yang sukses dan membanggakan kedua orang tua kami. Maka semua kesulitan, kepayahan, rasa rindu yang teramat dalam karena jauh dari orang tua akan terbayar sudah. Itulah cita-cita kami.

dan malam tadi hujan turun sangat deras, aku membuka kedua jendela kamarku lebar-lebar, menikmati suara hujan dan percikan-percikannya pada kaca jendela kamarku. kemudian aku menangis, entahlah aku rindu sekali pada kedua orang tuaku yang jauh di sumatera sana, yang sudah tua dan sering sakit-sakitan. sementara anak-anaknya berada di perantauan dan hingga saat ini aku menyadari banyak hal yang belum bisa aku berikan pada keduanya. tiba-tiba perasaan belum siap kehilangan mereka dan perasaan bersalah belum bisa  sepenuhnya membahagiakan mereka serta belum bisa menjaga mereka di saat tua mendera hatiku, menyesakkan dada, membuat tangisku semakin menjadi, Ya Allah kasihanilah ke dua orang tuaku.........

dan hujan akan selalu setia menemaniku untuk bernostalgia, mengenang masa-masa dulu saat kami sekeluarga masih berkumpul bersama, melewati setiap detik waktu bersama dengan masa sulit dan masa lapang yang datang dan pergi silih berganti. maka semua itu membuat aku mengerti arti sebuah keutuhan sebuah keluarga dan mengerti mengapa semua itu tidak akan pernah bisa tergantikan. dan aku juga mengerti  arti kebersamaan dan bersatu dalam melewati segala bentuk ujian hidup. dan orang tuaku telah berhasil mengajarkanku, membuatku paham bagaimana kelak ketika aku telah mempunyai keluarga sendiri aku harus bisa melewati semua hal, ujian apapun bersama keluarga baruku kelak.

Ya Allah..Ampunilah dosa dan kesalahan kedua orang tuaku dan aku titipkan mereka kepadaMu, jagalah mereka Ya Rabb..sesungguhnya Engkau sebaik-baik Penjaga. Allahumma amiin Ya Rabbal'alamiin...

Read more...

28 April 2010

berkah rasa syukur

pagi ini aku jalani dengan perasaan yang berbeda meski rutinitas ku sehari-hari hampir selalu sama namun hal itu terkadang membuat aku jenuh dan terlena dengan kejenuhan itu hingga lupa dengan namanya rasa syukur, syukur akan pekerjaan yang telah Allah berikan padaku hingga melalui pekerjaan ini aku bisa mencukupi kebutuhan sehari-hariku, membantu kebutuhan kuliah adikku yang bungsu dan bisa bersedekah sekedar untuk mengumpulkan poin-poin di akhirat kelak.

namun pagi ini semua kejenuhan itu berubah menjadi rasa syukur yang teramat dalam. sebuah pertemuan dengan seseorang yang telah diatur oleh Allah untuk menggugah rasa syukurku, mengingatkanku bahwa Allah lah yang telah mencukupi dan memelihara aku selama ini.

aku bertemu dengan seorang teman lama, teman yang dulu aku kenal sebagai seseorang yang begitu taat beragama, seseorang yang sangat menjaga pandangan dan kehormatannya, seseorang yang berasal dari keluarga yang sedikit kekurangan hingga dia harus banting tulang hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. namun setelah sekian lama waktu berlalu dan kita dipertemukan kembali aku melihat dia yang begitu jauh dari ketaatan kepada Allah, lisannya yang begitu buruk, kemewahan yang tiba-tiba dia dapat namun menjadikan dia begitu congkak dengan gaya seolah-olah dia adalah orang yang paling kaya di dunia. suara adzan yang tidak menggetarkan hatinya lagi tidak seperti dulu dia langsung mengambil wudhu katika adzan berkumandang. dan saat ini ketika adzan berkumandang, dia bahkan tidak perduli seolah telinganya tersumbat.

ah rupanya, dia tidak kuat dengan kekurangan yang selama ini dia jalani, dia rupanya merasa iri melihat manusia-manusia yang bergelimang harta, maka dia lepas kehormatan dan aqidahnya, diapun mencari harta dengan jalan haram dan dalam waktu yang begitu singkat dia mendapatkan kemewahan yang dia inginkan. dan dengan seketika dia pamerkan ke semua orang, entah lewat lisannya, lewat fbnya, dia hanya ingin semua orang tau bahwa dia tidak miskin lagi seperti dulu.

bahkan ketika aku mencoba mengingatkannya dengan beberapa ayat suci Al Qur'an, raut mukanya berubah, dia marah tak suka mendengar ayat suci Al Qur'an tadi. pada saat itu perasaanku berampur aduk antara marah, kesal, kasihan, hampir saja aku mengucapkan kata-kata yang mengandung kemarahan seandainya aku tidak banyak beristighfar di dalam hati. dan alhamdulillaah kemarahanku redam, aku takut kepada Allah untuk melampiaskan perasaan amarah dan kecewaku padanya.

aku sudah bersyukur..aku sudah bersabar... begitulah yang dia ucapkan terus menerus dengan nada sedikit teriak. aku diam, mengambil nafas dan berfikir mana mungkin ada orang yang bersyukur dan bersabar tapi mencari rejeki dengan menjual kehormatan, itu sih orang putus asa namanya.

“Dan ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Q.s. Ibrahim: 7)

jadi ingat kata ustdaz tempat biasa aku mengaji, bahwa rasa syukur yang tulus itu ada berkahnya, yaitu orang yang benar-benar bersyukur adalah orang yang mendapatkan berkah dari rasa syukurnya tadi dengan Allah melapangkan dadanya meski dia dalam keadaan sempit sekalipun. dan ketika dia dalam keadaan lapang dia bersikap tawadhu' (rendah hati) tidak pamer sana sini, tetapi dia merendah dihadapan Allah dan sadar bahwa semua itu adalah karunia Allah.

syukur yang penuh berkah itu membuat seseorang senantiasa merasa cukup dengan apa yang ada dan dia tidak pernah memikirkan apa yang dia belum punya serta membandingkan apa yang sudah dia miliki dengan kepunyaan orang lain. namun dia bersyukur dengan apa yang dia punya sekecil apapun. dan dengan berkah itulah Allah merahmatinya hingga Allah cukupkan kebutuhannya dan Allah pelihara imannya.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. an-Nahl: 18).

Ya Rabb..terima kasih atas semua karuniaMu yang begitu banyak, segala puji bagi Engkau Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, Engkaulah pelindungku dunia dan akhirat.

Ya Allah maafkanlah aku, ampunilah aku, aku telah banyak menzhalimi diriku sendiri,  berilah aku kasih sayangMu, sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang.Allahumma amiin Ya Rabbal'alamiin...

Read more...

15 April 2010

jangan pernah kau sombong di atas bumi Allah

di copy dari allahmahabesar.wordpress.com

pernah sebel liat orang sombong, suka pamer harta kekayaan, ga bisa dinasehatin seolah telinganya buta, seolah-olah hartanya bukan dari Allah tapi dari hasil jerih payahnya tanpa pertolongan Allah atau orang yang suka merendahkan orang lain? PERLIHATKAN kepada mereka gambar-gambar di bawah ini.

Bumi tidak lebih kecil dari debu yang berterbangan, perhatikan gambar-gambar  perbandingan besar bumi dan planet-planet lainnya di alam semesta.

Perbandingan besar bumi dan planet-planet lain. Tampak betapa kerdilnya bumi dibandingkan dengan raksasa Jupiter.

Perbandingan besar planet dan matahari. Sang planet raksasa Jupiter ternyata hanyalah kelereng dibandingkan bola basket Matahari.

Perbandingan besar Matahari dengan bintang-bintang lain. Sirius adalah salah satu bintang paling terang di langit malam.

Antares mempunyai diameter 700 kali dari Matahari. Ia merupakan salah satu dari 4 bintang terand di rasi Scorpio.

Ya Allah..Ya Rabb.. Ya Tuhan kami..betapa kecilnya diri kami bahkan bumi yang kami tempati tidak lebih kecil dari debu yang berterbangan.

pantaskah kami sombong di atas bumi MU Ya Allah....sungguh tidak pantas..
maafkan kami Ya Allah...Rahmatilah kami....

dan sekarang, masih beranikah kita berjalan sombong dan penuh congkak di atas bumi Allah???

Read more...

07 April 2010

Selevel (Kebenaran Surat An Nur Ayat 26)

'Aisyah istri Rasulullah yang terkena fitnah perselingkuhan tak berhenti menangis dalam menunggu pertolongan dari Allah. sebuah kejadian yang ceritanya diabadikan di dalam Al Qur'an sebagai bentuk pertolongan dari Allah 'Azza wa jalla atas dirinya. kala itu dalam suatu perjalanan kembali dari ekspedisi penaklukan Bani Musthaliq, ‘Aisyah terpisah tanpa sengaja dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang dan kemudian diantarkan pulang oleh Shafwan yang juga tertinggal dari rombongan karena ada suatu keperluan. Kemudian ‘Aisyah naik ke untanya dan dikawal oleh Shafwan menyusul rombongan Rasullullah SAW dan para shahabat, akan tetapi rombongan tidak tersusul dan akhirnya mereka sampai di Madinah.

Peristiwa ini akhirnya menjadi fitnah dikalangan umat muslim kala itu karena terhasut oleh isu dari golongan Yahudi dan munafik; jika telah terjadi apa-apa antara ‘Aisyah dan Shafwan. Masalah menjadi sangat pelik karena sempat terjadi perpecahan diantara kaum muslimin yang pro dan kontra atas isu tersebut. Sikap Rasulullah juga berubah terhadap ‘Aisyah, beliau menyuruh ‘Aisyah untuk segera bertaubat. Sementara ‘Aisyah tidak mau bertaubat karena tidak pernah melakukan dosa yang dituduhkan kepadanya, ia hanya menangis dan berdoa kepada Allah agar menunjukkan yang sebenarnya terjadi.

Kemudian Allah menurunkan surat An Nur Ayat 26 sebagai bentuk pertolongan dari Allah dan sebagai jawaban atas do'a 'Aisyah.

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”  

dalam ayat ini Allah hendak menunjukkan sebuah kebenaran bahwa Rasulullah adalah manusia terbaik di muka bumi yang telah dijamin segala dosanya akan diampuni dan telah mendapat jaminan pasti masuk surga tentunya mendapat pasangan yang setara dengan beliau yaitu wanita terhormat dan mulia, maka Allah hendak meyakinkan Rasulullah bahwa karena beliau adalah manusia terbaik tentunya Allah memberikan istri yang terbaik pula bagi beliau.

dan inilah makna yang terkandung di dalam ayat ini, bahwa seseorang itu akan mendapatkan pasangan (jodoh) setara dengan levelnya, baik level agamanya, akhlaknya, pengetahuannya, bahkan keburukannya.

jadi ingat setahun yang lalu ketika menghadiri walimahan pernikahan temenku, pas lagi makan, temen yang duduk di sampingku tiba-tiba nyeletuk " eh si A beruntung ya dapat si B, solihah, baik, penurut, ga macem-macem, sederhana eh cantik pula. coba dulu waktu dia masih ugal-ugalan belum alim, kan pacarnya si C, jauh banget deh levelnya sama si B. benerya kalo jodoh kta tuh bakal selevel dengan kita"

terus aku tanya "gimana kamu sendiri sama suamimu? apa kamu merasa selevel sama suamimu?, temenku ini menjawab dengan cepat " ho oh, iya selevel wul, soalnya dosa-dosa dan maksiat yang aku lakukan, sering kali aku melihat suamiku juga mengerjakan hal yang sama, tanpa kami berdua sadari "

waw saat itu jelas aku tercenung, aku jadi ingat beberapa temanku pernah gagal menikah disebabkan "tidak selevel" sama calon suaminya. entah akhlaknya, entah agamanya, entah kecerdasannya, entah kekayaannya,  entah visi misi kehidupan, pokoknya alasannya ya ga sreg atau ga selevel sama dia. mungkin kalau berkaca dengan kejadian yang pernah aku alami, kegagalanku yang dulu juga karena aku dan si dia tidak selevel hehe.syukurlah setidaknya aku tau bahwa aku harus memperbaiki "level" untuk mendapatkan level yang aku inginkan :p

jadi ingat juga sepasang kekasih yang udah resign dari kantorku karena dibenci hampir semua karyawan kantor, dulu sepasang kekasih ini dikenal suka menghasut di kantor dan suka pamer hal-hal yang tidak penting untuk dipamerkan, dapat harta dikit aja wah pamernya udah kayak dapat sesuatu yang sangat besar. yang sangat mengherankanku waktu itu adalah mereka sepasang kekasih, sungguh luar biasa mereka saling bahu membahu dalam keburukan hehe :D akhirnya karena tidak tahan dikucilkan teman-teman kantor, mereka berdua pun resign tanpa ada salam perpisahan. sungguh akhir yang menyedihkan. MasyaAllah

yang sangat aku ingat dari peristiwa itu adalah asisten manajerku yang sering curhat padaku karena kesal pada mereka berdua dan pernah menjadi korban hasutan mereka. aku ingat dulu asisten manajerku ini sempat bilang " saya semakin yakin dengan kebenaran surat An Nur Ayat 26, karena saya lihat sepasang kekasih ini sangat selevel dan semoga mereka berjodoh "

do'a asisten manajerku ini terkabul rupanya, tidak berapa lama setelah mereka berdua resign, mereka melangsungkan pernikahannya. subhanallaah sungguh maha benar Allah dengan segala firmanNya.

kembali pada makna surat An Nur ayat 26, bahwa Allah menganjurkan kita untuk mencari pasangan yang selevel, dalam artian bila kita soleh / solehah jangan cari pasangan yang ahli maksiat, dan jangan bermimpi mendapat pasangan yang soleh / solehah kalo kita sendiri tidak pernah memperbaiki level kita. jadi apabila ingin mendapat yang selevel perbaiki kualitas level kita sebagaimana level pasangan yang kita inginkan.

lalu bagaimana dengan istri Nabi Luth dan Nabi Nuh yang istrinya durhaka kepada Allah atau Asiyah Binti Mazahim istri Fir'aun yang sombong? nah kalo soal ini, ada ayat yang menjelaskan bahwa bisa jadi pasangan (jodoh) kita adalah ujian bagi kita dan Allah menghendaki ini terjadi pada orang-orang yang dia kehendaki. sebagaimana Firman Allah dalam Surat At Tahrim Ayat 10 - 11

"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)".
 
 "Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim".

nah, bagi yang belum mendapatkan pasangan hidup atau belum menemukan jodohnya, lebih baik saat ini berfikir dan berusaha menjadi level yang baik, level yang mulia di hadapan Allah 'Azza wa Jalla daripada sibuk menilai dan menimbang-nimbang seseorang yang kita inginkan. karena kalo diri kita levelnya udah tinggi dan baik di hadapan Allah, maka Allah akan memberi jodoh atau pasangan hidup yang ga bakal jauh dari level kita kecuali Allah berkehendak lain.

dalam lirih do'aku berbisik " Ya Rabb..bimbinglah aku untuk selevel dengan dia...,dia yang ada di hatiku saat ini"

Allahumma Amiin Ya Rabbal 'Alamiin...^^

Read more...

31 Maret 2010

Lagi, kebenaran Al Qur'an

di copy dari infounik.co.tv
Tenggelamnya Kapal Titanic, ada di dalam Al Qur'an?


Kejadian tenggelamnya kapal Titanic adalah sebuah catatan sejarah manusia yang akan terus melegenda. Hingga manusia juga melegendakannya dalam film Titanic. Kapal ini telah diklaim sebagai kapal yang tidak akan tenggelam. Akan tetapi ternyata sang pengatur alam semesta berkehendak lain hingga akhirnya menenggelamkan kapal ini beserta kesombongan manusia. 

Apakah kejadian ini ada di dalam Al-Quran? Ada beberapa ayat yang sepertinya berhubungan dan menggambarkan kisah kapal Titanic ini. Sebelumnya, cobalah Anda simak dulu cerita lengkap tentang Kapal RMS Titanic di wiki atau cerita Kapal RMS Titanic berbahasa Indonesia di wiki

Pada halaman itu dikisahkan juga detik-detik kejadian pada saat kapal Titanic itu menabrak gunung es terapung yang akhirnya mengakibatkan kapal Titanic tenggelam.

Berikut  dikutip pada saat artikel ini ditulis dari wiki berbahasa Indonesia:
Pada pukul 23:40 waktu setempat ketika berlayar di selatan Grand Banks di Newfoundland, pengawas Fredrick Fleet dan Reginald Lee melihat bongkahan gunung es yang besar tepat di depan kapal. Fleet membunyikan loceng kapal sebanyak tiga kali dan menelepon dek pengawal memberitahu, “Gunung es, tepat di depan!” Opsir Pertama Murdoch langsung mengarahkan kemudi ke sisi kiri dan mengurangi kecepatan, kemudian mundurkan mesin kapal.
Perhatikan cetak tebal yaitu menit yang menunjukkan waktu kapal tepat pada saat pengawas melihatbongkahan gunung es terapung.


Maka pada menit-menit berikutnya:
Tabrakan ternyata tidak dapat terelakkan, dan gunung es terapung tersebut bergesekan dengan bagian lambung kanan kapal, dan merobek badan kapal di empat bagian pertama dan mematahkan paku baja di bagian bawah kapal yang tertutup permukaan air sepanjang sekitar 91 m (300 kaki). Pintu kedap air baru berhasil menutup rapat saat air sudah keburu memasuki lima bagian kedap air pertama, lebih satu bagian dari apa yang dapat ditahan Titanic agar tidak tenggelam. Berat lima bagian kedap air yang dimasuki air menarik kapal ke bawah melebihi ketinggian dinding kedap air, kemudian air memasuki bagian lain. Kapten Smith, merasakan guncangan hantaman itu, sesampainya ke dek pengawal dan memerintahkan berhenti sepenuhnya. Setelah pemeriksaan oleh pegawai kapten dan Thomas Andrews, sadar bahwa Titanic akan tenggelam, dan setelah tengah malam pada 15 April, perahu penyelamat untuk disiapkan dan panggilan darurat diberitahukan.
Pada menit-menit berikutnya itulah yaitu saat tertabraknya Kapal RMS Titanic dengan gunung es terapung hingga mengakibatkan kapal Titanic tenggelam dan kematian lebih dari 1500 orang. Hal inilah yang sepertinya digambarkan dalam Al-Quran:

QS. Yaasiin (36) : 41-44
41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,
42. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
44. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.


Kapal ini digambarkan penuh muatan mungkin seperti kapalnya Nabi Nuh A.S.

Untuk Kapal Titanic, Allah SWT ternyata berkehendak, “Kami tenggelamkan mereka”, maka tenggelamlah kapal Titanic beserta sebagian besar penumpangnya. Tetapi Allah juga berkehendak, “Kami selamatkan mereka”, sehingga ada juga penumpang yang selamat yaitu sebagian besar wanita dan anak-anak.

Hampir dua jam setelah Titanic tenggelam, RMS Carpathia tiba di tempat kejadian dan mengambil perahu penyelamat pertama. Dalam beberapa jam kemudian, mereka yang masih hidup diselamatkan. Di geladak Carpathia, doa khusyuk yang singkat untuk yang mereka yang terselamatkan dan untuk memperingati mereka yang tewas diadakan, dan pada pukul 08:50 AM, Carpathia menuju ke New York, dan sampai pada tanggal 18 April.Allah memberikan kesenangan hidup kepada mereka yang diselamatkan sampai waktu kematian mereka yang ditentukan.

Untuk kita semua terutama untuk penulis diingatkan: Hanya dengan rahmat yang besar dari Allah lah kita bisa diselamatkan di darat, di udara maupun di lautan. Mintalah pertolongan dan perlindungan hanya kepada-Nya dalam setiap perjalanan hidup, jangan lalai dari pada-Nya, jangan sombong dan bertawakal lah hanya kepada Allah SWT.

Wallaahu a’lam bishshowab

Allahu Akbar 

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP